aquascape
​Aquascape sebenarnya hampir sama seperti berkebun, tapi dilakukan di dalam air dan juga dilengkapi dengan para penghuni habitat tersebut. Jadi seperti membuat ekosistem tiruan lengkap dengan pengurai, produsen, konsumen di dalamnya. Jika aquascape yang dibuat benar maka tidak masalah jika diberi makan satu minggu sekali, tapi jika belum bisa maka ekosistem tersebut belum setimbang.


Seni yang berasal dari negeri sakura, Jepang ini dikenal sejak awal tahun 2000. Sekarang mulai dilirik oleh Indonesia sebagai satu seni yang mahal dan bisa dipertandingkan di tingkat nasional maupun internasional.

Berikut ada beberapa tips bagi Anda yang ingin memulai hobby satu ini : Parameter air sangatlah penting bagi tanaman dan makhluk air, pelajari terlebih dahulu elemen yang akan kita pergunakan di aquascape kita nanti. Cahaya dan nutrisi sangatlah penting, jaga agar tetap stabil dan tidak berlebihan karena akan menyebabkan tumbuhnya algae.

Pastikan jenis tumbuhan yang Anda gunakan, Apakah tertanam di substrat dalam air, full air, setengah air, permukaan atau menempel pada sesuatu. Tidak semua tanaman air yang mempunyai akar adalah jenis yang bisa ditanam di bawah substrat, beberapa ada yang ditempelkan di batu atau kayu.

Tanaman tipe mengapung di permukan memang indah, tapi menutupi cahaya dan oksigen dari luar, berhati-hatilah jika menggunakannya. Semakin banyak tanaman akan semakin banyak pula oksigen (kalau ada cahaya matahari/lampu LED) tapi akan membuat banyak karbondioksida jika tidak mendapat cahaya matahari/lampu LED.

Jangan mencampur ikan jenis predator atau hewan yang tidak bersahabat dengan ikan yang lebih kecil darinya. Jangan mencampur ikan dan tumbuhan yang memiliki kebutuhan kadar keasaman, tingkat intensitas cahaya yang berbeda-beda sehingga tidak mungkin disatukan dalam satu akuarium.